Di tahun 2015 ini aku baru nulis beberapa tulisan. Entah kenapa semester 6 ini bikin aku jadi males nulis lagi -di blog- karena nulisnya sekarang pindah di ms word buat tugas-tugas. Supaya salah satu tugas menulisku nggak sia-sia, rasanya menarik juga kalo aku post disini. Terlebih lagi, ini adalah tugas dadakan dari mata kuliah Penulisan Kreatif, dimana soalnya adalah kita diminta nulis apa aja, genre bebas 350 kata, bertema Lenyap, di posting di salah satu media sosial, dan.... tanpa huruf 'i'. Ya, awalnya aku juga bingung. Apa bisa aku nulis tanpa huruf 'i' sama sekali. Nyatanya bisa. And.... here it is. Sila dikomen kalau berkenan! :-)
Ternyata bener pepatah yang bilang bahwa kita baru akan
sadar pentingnya sesuatu ketika kita kehilangannya. Well, konteks yang ingin
aku ceritakan disini bukan perkara cinta, tapi perkara lain. Cukup jadikan
ceritaku ini sebagai pengetahuan karena aku cuma pengen sharing tipis-tipis
aja.
Mungkin banyak dari kalian yang pernah mengalami hal serupa
atau bahkan belum pernah sama sekali, atau juga sekarang ini kalian lagi
searching-searching informasi tentang perkara ini. Jadi inti ceritanya adalah
hari ini adalah hari paling bahagia sedunia buatku karna aku baru aja
mendapatkan sesuatu yang telah lama hilang *buset serem amat bahasanya*.
Sebelum mulai, sebagai seorang perempuan yang menginjak dewasa, bahasan ini
adalah bahasan biasa dan nggak tabu untuk dibicarakan di kampus, dengan siapa
aja.
Jadi apakah hal yang pernah hilang lalu kemudian muncul lagi
itu?
Ternyata udah nyaris satu tahun aku nggak nulis blog. Well ini termasuk pelanggaran dimana aku pernah janji buat nulis minimal sebulan sekali wkwk. Jadi ceritanya, entah kenapa semester kemarin berasa berat banget. Jadi nggak sempet ngapa-ngapain. Semester kemarin aku ambil mata kuliah yang emang wajib, namanya KKN (Kuliah Kerja Nyata). Kukira KKN ini sudah nggak asing lagi. Kalo yang merasa asing monggo tanya sama gugel. KKN ini baru dimulai saat liburan semester. Karena aku ambil matkulnya waktu semester 5, jadinya KKNnya dimulai waktu liburan semester 5 ke 6. Oke, cerita tentang KKN dimulai.
Awalnya aku males banget sama KKN. Pemberitahuannya mepet banget sama kegiatannya, jadinya mungkin proker dan persiapan kita kurang maksimal. Selain itu aku bayangin ketemu sama temen-temen dari jurusan lain. Adawwww aku takut temen-temennya nggak asik. Ditambah lagi aku dapet tempat kkn yang bukan di Surabaya, which means aku harus ngekos. Aku dapet di kota Nganjuk teman-teman. Dan sodara kembarku yang juga KKN dapet di Surabaya. Berasa nggak adil banget kaaaan. Akhirnya aku cari-cari tukeran biar aku bisa di Surabaya. Sampai penghujung waktu juga akhirnya nggak dapet. Oke, akhirnya aku ikhlas menjalani KKN di Nganjuk.
Dan ternyata, semua diluar dugaan. Aku seneng banget KKN dan bahkan males pulang. Begitu pulang kkn juga kangen sama temen-temen. Bayangin aja, sebulan tinggal bareng satu kamar, tiap detik ketemu, uda tau baik buruknya masing-masing. Pengalaman yang kita dapet juga banyak banget. Pengetahuan hasil sharing berbagai bidang ilmu juga nambah.
Mungkin yang pengen tau gimana sih KKN itu, boleh deh cek video kita waktu KKN ini :-)
Awalnya aku males banget sama KKN. Pemberitahuannya mepet banget sama kegiatannya, jadinya mungkin proker dan persiapan kita kurang maksimal. Selain itu aku bayangin ketemu sama temen-temen dari jurusan lain. Adawwww aku takut temen-temennya nggak asik. Ditambah lagi aku dapet tempat kkn yang bukan di Surabaya, which means aku harus ngekos. Aku dapet di kota Nganjuk teman-teman. Dan sodara kembarku yang juga KKN dapet di Surabaya. Berasa nggak adil banget kaaaan. Akhirnya aku cari-cari tukeran biar aku bisa di Surabaya. Sampai penghujung waktu juga akhirnya nggak dapet. Oke, akhirnya aku ikhlas menjalani KKN di Nganjuk.
Dan ternyata, semua diluar dugaan. Aku seneng banget KKN dan bahkan males pulang. Begitu pulang kkn juga kangen sama temen-temen. Bayangin aja, sebulan tinggal bareng satu kamar, tiap detik ketemu, uda tau baik buruknya masing-masing. Pengalaman yang kita dapet juga banyak banget. Pengetahuan hasil sharing berbagai bidang ilmu juga nambah.
Mungkin yang pengen tau gimana sih KKN itu, boleh deh cek video kita waktu KKN ini :-)
Pada postingan yang nggak penting ini aku cuma ingin berbagi perkara sosis dan pizza... dan malah bisa jadi lebih melebar dari sekedar sosis dan pizza. Tetapi tulisan ini akan dimulai dari sosis, dan pizza. Kenapa aku terpaksa menulis tulisan nggak penting ini adalah karena aku baru inget kalo pernah berjanji bakal nulis setiap bulan minimal sekali. Sedangkan ternyata bulan Mei kemarin aku belum nulis sama sekali. Anggap saja tulisan ini adalah tulisan bulan Mei yang baru ke post bulan Juli. Markitlay.. mari kita mulai.
Beberapa hari atau bahkan beberapa minggu yang lalu aku melihat iklan di televisi mengenai rasa baru sosis siap makan, yaitu rasa pizza. Nggak tau kenapa tiba-tiba aku langsung terngiang-ngiang dengan pizza kesukaanku yang tentunya banyak sosisnya. Meskipun namanya bukan Pizza Rasa Sosis yaa tapi setidaknya dapat kusimpulkan sendiri bahwa judul makanan dengan bahasa aneh-aneh yang diciptakan restoran x itu intinya "ini pizza rasa sosis kok rek." Oke fix, jadi intinya ada pizza rasa sosis.
Kembali lagi pada sosis rasa pizza. Memangnya pizza itu rasanya begimana? Sedangkan pizza sendiri rasanya bermacam-macam. Nggak bisa digeneralisasikan. Ya salah satu rasa pizza adalah rasa sosis. Jadi, kalau misal yang disebut rasa pizza itu adalah rasa sosis, judulnya yaa sosis rasa sosis. Atau nggak usah ditulis lah yaa rasa apa, bilang aja sosis natural, atau sosis orginal? Atau kalo sosisnya rasa pizza yang bersosis ayam, bilang aja sosis ayam. Still not enough? Tulis aja, "Sosis rasa pizza yang rasa sosis ayam." Haahahahahhaa.
Jangan anggap serius tulisan ini. Sekian.
Beberapa hari atau bahkan beberapa minggu yang lalu aku melihat iklan di televisi mengenai rasa baru sosis siap makan, yaitu rasa pizza. Nggak tau kenapa tiba-tiba aku langsung terngiang-ngiang dengan pizza kesukaanku yang tentunya banyak sosisnya. Meskipun namanya bukan Pizza Rasa Sosis yaa tapi setidaknya dapat kusimpulkan sendiri bahwa judul makanan dengan bahasa aneh-aneh yang diciptakan restoran x itu intinya "ini pizza rasa sosis kok rek." Oke fix, jadi intinya ada pizza rasa sosis.
Kembali lagi pada sosis rasa pizza. Memangnya pizza itu rasanya begimana? Sedangkan pizza sendiri rasanya bermacam-macam. Nggak bisa digeneralisasikan. Ya salah satu rasa pizza adalah rasa sosis. Jadi, kalau misal yang disebut rasa pizza itu adalah rasa sosis, judulnya yaa sosis rasa sosis. Atau nggak usah ditulis lah yaa rasa apa, bilang aja sosis natural, atau sosis orginal? Atau kalo sosisnya rasa pizza yang bersosis ayam, bilang aja sosis ayam. Still not enough? Tulis aja, "Sosis rasa pizza yang rasa sosis ayam." Haahahahahhaa.
Jangan anggap serius tulisan ini. Sekian.